• Jelajahi

    Copyright © NARADA SUARA
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Tia Ayu Anggraini Wakili Indonesia di Rusia, Jadi Young Electoral Expert di World Youth Forum 2026

    MMS
    Kamis, 24 September 2026, September 24, 2026 WIB Last Updated 2026-09-24T10:51:14Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    NARADASUARA.COM | MEDAN - Kiprah generasi muda Indonesia di panggung internasional kembali mendapat perhatian. Tia Ayu Anggraini, Ketua Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Sumatera Utara yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Medan, menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam rangkaian TIDAR in World Youth Forum 2026 di Rusia.

    Dalam forum tersebut, Tia hadir sebagai Young Electoral Expert, sekaligus menjadi bagian dari delegasi yang mendapat kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai perspektif mengenai kepemudaan, demokrasi, kepemiluan dan kehidupan politik di tingkat internasional.

    Bagi Tia, kesempatan tersebut bukan sekedar perjalanan ke luar negeri. Forum internasional itu menjadi ruang untuk belajar, bertukar pengalaman dan membangun jejaring dengan anak muda dari berbagai negara.

    “Ini tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Kita datang bukan hanya untuk melihat bagaimana proses demokrasi dan pemilu berlangsung di negara lain, tetapi juga untuk belajar, berdiskusi dan memahami bagaimana anak muda di berbagai negara melihat masa depan demokrasi,” kata Tia. Kamis, (24/9).

    Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi. Anak muda, kata dia, harus memiliki pengetahuan dan keberanian untuk mengambil bagian dalam proses tersebut.

    “Anak muda harus hadir. Bukan hanya sebagai pemilih ketika pemilu, tetapi juga harus memahami bagaimana sistem demokrasi bekerja, bagaimana proses pemilu berlangsung, dan bagaimana suara generasi muda bisa menjadi bagian dari pembangunan demokrasi,” ujarnya.

    Belajar dari Pengalaman Negara Lain

    Saat ditanya wartawan mengenai pengalaman yang paling menarik selama mengikuti forum tersebut, Tia mengatakan bahwa perbedaan sistem dan budaya politik antarnegara justru menjadi bahan pembelajaran yang penting.

    “Yang menarik adalah kita bisa melihat bahwa setiap negara mempunyai pengalaman dan karakter politik yang berbeda. Tetapi ada satu hal yang menurut saya sama, yaitu pentingnya partisipasi masyarakat dan generasi muda dalam menjaga proses demokrasi,” ungkapnya.

    Ia menilai pertukaran pengalaman antarnegara dapat membuka perspektif baru bagi generasi muda Indonesia.

    “Kita bisa belajar dari negara lain, tetapi tentu tidak semuanya harus kita adopsi. Kita harus melihat apa yang relevan dengan kondisi Indonesia. Jadi prinsipnya adalah belajar, berdiskusi, kemudian membawa pulang pengalaman yang bisa memberikan manfaat,” katanya.

    Bawa Nama Indonesia

    Sebagai delegasi Indonesia, Tia menegaskan bahwa kehadirannya di forum internasional tersebut membawa tanggung jawab yang lebih besar.

    “Ketika kita berada di forum internasional, kita tidak hanya membawa nama pribadi. Kita membawa nama Indonesia. Karena itu, saya merasa ada tanggung jawab untuk memperkenalkan perspektif Indonesia sekaligus menunjukkan bahwa anak muda Indonesia juga memiliki kapasitas untuk berdiskusi dan berkontribusi dalam isu-isu global,” tegasnya.

    Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti rangkaian kegiatan di Rusia tidak berhenti setelah forum berakhir.

    “Yang paling penting setelah kita pulang adalah bagaimana pengalaman ini bisa kita teruskan. Apa yang kita dapatkan di sini harus menjadi pengetahuan yang bisa dibagikan kepada teman-teman muda lainnya di Indonesia,” katanya.

    Bukan Sekedar Forum, Tetapi Jejaring

    Tia juga melihat forum tersebut sebagai kesempatan membangun jejaring internasional antargenerasi muda.

    “Forum seperti ini mempertemukan banyak anak muda dengan latar belakang dan pengalaman yang berbeda. Dari sini kita bisa saling mengenal, bertukar gagasan dan membangun hubungan yang mungkin ke depan bisa berkembang menjadi kerja sama,” ujarnya.

    Ia menambahkan, jejaring anak muda menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi tantangan global.

    “Dunia hari ini semakin terbuka. Anak muda Indonesia tidak boleh hanya berpikir lokal, tetapi harus memiliki wawasan global. Namun, ketika kita memiliki wawasan global, kita tetap harus membawa kepentingan dan perspektif Indonesia,” kata Tia.

    Pesan untuk Anak Muda Sumatera Utara

    Khusus kepada anak muda di Sumatera Utara, Tia mengajak agar kesempatan untuk belajar dan terlibat dalam berbagai forum tidak disia-siakan.

    “Jangan pernah merasa bahwa anak muda itu belum waktunya untuk berbicara tentang demokrasi, kepemimpinan atau isu-isu global. Justru sejak muda kita harus mulai belajar dan mengambil peran,” tuturnya.

    “Tidak semua harus langsung masuk politik. Tetapi paling tidak, anak muda harus peduli terhadap lingkungan sekitarnya, memahami persoalan bangsa, meningkatkan kapasitas diri dan berani membangun jaringan,” sambungnya.

    Menutup keterangannya, Tia menyampaikan bahwa pengalaman sebagai Young Electoral Expert di Rusia akan menjadi bagian dari proses pembelajaran dirinya untuk terus berkontribusi di Indonesia.

    “Bagi saya, ini bukan tentang seberapa jauh kita bepergian. Tetapi tentang seberapa banyak yang kita pelajari dan apa yang bisa kita bawa pulang untuk Indonesia. Dari Indonesia, kita belajar bersama dunia, kemudian kita kembali untuk memberikan kontribusi bagi negeri,” pungkas Tia.

    (Redaksi)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler